Kamis, 08 Oktober 2026
Breaking News
Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Bandung Raya
Daerah
Ekonomi
Pemerintahan
Penulis: Cep 2026-10-08 20:09:00

Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung

Harga pakan ayam naik di Jawa Barat akibat sulitnya akses jagung meski produksi melimpah. DPRD desak Pemprov benahi tata niaga dan buat neraca jagung.

Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung

Anggota DPRD Jawa Barat Saeful Bachri saat ditemui di DPRD Jawa Barat, Kamis (8/10/2026) menyoroti soal melambungnya harga pakan ayam di tengah melimpahnya produksi. Foto: cep/trustjabar.com

trustjabar.com – Diduga akibat sulitnya mendapatkan pasokan jagung belakangan ini, turut berdampak pada melambungnya harga pakan ayam di beberapa wilayah Jawa Barat. Sulitnya pasokan jagung ini pun menjadi sorotan dan perhatian serius anggota DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri.

Baca Juga : Ciparay Jadi Salah Satu Sentra Budidaya Ikan di Jawa Barat, Kembangkan Varietas Baru Ikan Nila Sumo

Ditemui di DPRD Jawa Barat pada Kamis (8/10/2026), politisi Partai Demokrat ini mendesak pemerintah provinsi segera turun tangan membenahi rantai pasok jagung dari hulu hingga hilir guna melindungi peternak rakyat.

“Lebih tepat persoalannya adalah produksi ada, tetapi pasokan jagung yang memenuhi spesifikasi pakan, waktu, lokasi, dan harga yang dibutuhkan peternak belum terjamin,” ucap Saeful Bachri yang juga merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat.

Ia menyoroti adanya masalah distribusi, tata niaga, penyimpanan, pengeringan, hingga disparitas harga antarwilayah.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, secara data statistic produksi jagung di Jawa Barat sebenarnya mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan catatan BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen di Jawa Barat pada tahun 2025, mencapai 794,82 ribu ton. Angka tersebut naik sebesar 40,85 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2024 sebesar 564,29 ribu ton. Luas panen juga tercatat meningkat dari 77,99 ribu hektare menjadi 108,67 ribu hektare.

Namun, lanjut Saeful Bachri, melimpahnya produksi ini tidak sejalan dengan kemudahan akses dan ketersediaan di lapangan bagi para peternak. Data SIJAGUNG Kementerian Pertanian mencatat bahwa rata-rata harga pembelian jagung pabrik pakan di Jawa Barat pada Juni 2026 menyentuh angka Rp 6.925 per kilogram.

Kelangkaan Pasokan Jagung Dampak Serius pada Peternak dan Pasokan Pangan

Kelangkaan pasokan jagung dan tingginya harga bahan baku berdampak langsung pada lonjakan biaya produksi peternak ayam. Saeful menjelaskan, jika biaya produksi terus meningkat sedangkan harga jual ayam dan telur tidak selalu mengikuti, margin peternak akan semakin tertekan.

“Kondisi yang serba rentan ini berpotensi membuat sebagian peternak terpaksa mengurangi populasi ternaknya, atau bahkan berhenti berusaha. Bila peternak mulai berhenti memproduksi, pasokan telur dan daging ayam di masyarakat dapat terganggu. Pada akhirnya, masyarakat luas yang akan merasakan dampak buruknya melalui kenaikan harga pangan di pasaran,” ucapnya.

Baca Juga : Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM

Untuk mengatasi kesenjangan struktural ini, Saeful meminta Pemprov Jawa Barat tidak sekadar melakukan operasi pasar atau intervensi sesaat. Ia secara khusus meminta pemerintah daerah untuk segera menyusun neraca jagung Jawa Barat secara bulanan secara transparan.

Neraca jagung tersebut harus memuat rincian terkait angka produksi jagung, kebutuhan industri pakan, kebutuhan peternak rakyat, stok jagung, serta kapasitas gudang dan alat pengering (dryer). Selain itu, pemerintah juga diwajibkan memantau distribusi antar kabupaten/kota serta pergerakan jagung yang keluar-masuk wilayah Jawa Barat.

“Kita tidak boleh mengambil kebijakan berdasarkan asumsi,” ujar Saeful mengingatkan pentingnya basis data yang akurat.

Ekosistem jagung yang terintegrasi di Jawa Barat, lanjut Saeful Bachri, diharapkan mampu memberikan harga beli yang menguntungkan petani, memberikan harga pakan wajar bagi peternak, dan menjaga ketahanan pangan masyarakat secara keseluruhan. (cep/trustjabar.com/R1)

Komentar

0 komentar untuk Harga Pakan Ayam Naik di Jawa Barat, DPRD Desak Perbaikan Rantai Pasok Jagung

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar