Senin, 03 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Pendidikan
Bandung Raya
Kesehatan
Penulis: Asep 2025-10-06 15:19:31

Pantaskah Program MBG Disebut Gagal? Rektor UPI Buka Suara!

Pelaksanaan program MBG, terus menjadi perhatian publik lantaran maraknya dugaan keracunan di beberapa daerah di Jawa Barat.

Pantaskah Program MBG Disebut Gagal? Rektor UPI Buka Suara!

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi M.A, mengomentari pelaksanaan program MBG. Foto: Asep Awal/trustjabar

trustjabar.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terus menjadi perhatian publik lantaran maraknya dugaan keracunan di beberapa daerah di Jawa Barat. Kali ini, rektor UPI Didi Sukyadi, memberi komentar terkait maraknya insiden tersebut yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat.

Baca Juga : Viral di Media Sosial, Video Proses Pencucian Food Tray di Salah Satu SPPG di Bandung Barat

Menurutnya, program MBG ini kepada para siswa merupakan program yang harus mendapat dukungan dari semua pihak. Jika pengelolaannya baik, kata Didi, maka program ini akan memiliki efek jangka panjang terhadap kemajuan bangsa.

Adapun maraknya insiden dugaan keracunan MBG, kata Didi, hal itu tidak lantas menjustifikasi bahwa program tersebut gagal. Apalagi program ini merupakan satu program baru di pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kita kan baru pertama melakukan secara masif memberi makan untuk sekian juta siswa kita. Jadi kalau masih ada kekurangan, tentu bukan menghentikan programnya. Akan tetapi tata kelolanya harus ada perbaikan. Ketika sebuah dapur dibuka, kita lihat ada enggak ahli yang terlibat di situ? Baik ahli kesehatan ataupun ahli gizi," katanya, Senin (6/10/2025).

Program MBG Bisa Tingkatkan Asupan Makanan Bergizi

Ia juga mengungkapkan agar program makan bergizi gratis ini berjalan dengan aman, pemerintah bisa melibatkan perguruan tinggi. Pelibatan akademisi itu baik terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program ataupun tidak secara langsung (konsultan).

Baca Juga : Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

"UPI memiliki prodi (program studi) gizi, itu juga bisa jadi bagian dari pengabdian. Kalau memang pemerintah membutuhkan perguruan tinggi, maka perguruan tinggi sebetulnya bisa menjadi supervisor-supervisor program itu. Dan itu tidak perlu mengeluarkan biaya, karena mahasiswa kan punya kewajiban melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Misalnya, mahasiswa bisa saja berpartisipasi untuk menjadi supervisor," ungkapnya.

Rektor UPI ini menilai, gagasan MBG ini merupakan program yang sangat baik dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Melalui program ini, lanjut Didi, pemerintah berharap generasi-generasi bangsa ke depan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Salah satu upaya dalam mencetak generasi cerdas adalah dengan memperhatikan asupan makanan bergizi.

"Pak Presiden kan menginginkan 2045 ini bangsa Indonesia bakal mempunyai bonus demografi, sehingga gagasan (MBG) ini hadir untuk melahirkan generasi-generasi terbaik. Jika memang ada kekurangan, maka yang mesti diperbaikinya ialah tata kelolanya, bukan menghentikan program MBG,” katanya. (Asep Awal/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pantaskah Program MBG Disebut Gagal? Rektor UPI Buka Suara!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar