Sabtu, 03 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Bandung Raya
Daerah
Hukum dan Kriminal
Penulis: Iman 2025-09-02 14:07:00

Polisi Bantah Masuk Kampus Unisba dan Unpas

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membantah sekaligus mengklarifikasi terkait ramai di media sosial polisi masuk kampus.

Polisi Bantah Masuk Kampus Unisba dan Unpas

trustjabar.com - Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membantah sekaligus mengklarifikasi terkait polisi masuk kampus. Dia menegaskan sebenarnya petugas gabungan TNI-Polri melakukan patroli untuk membubarkan kelompok Anarko yang memblokade jalan Tamansari.

"Ini kelompok Anarko ini menggunakan baju hitam, mereka  memblokade Jalan Tamansari sambil anarkis. Sehingga tim gabungan TNI-Polri turun dalam skala besar," papar Hendra dalam siaran persnya, Selasa (2/9/2025).

Hendra menegaskan, mereka membuat skenario mundur sambil memprovokasi aparat untuk masuk ke kampus Unisba. Anarko memancing agar aparat masuk kampus Unisba dan melakukan penyerangan.

"Namun kita tetap tenang dan tidak terpancing dengan skenario mereka dan kita lakukan penyisiran sepanjang jalan," tegasnya.

Baca Juga: Apa Pemicu Aksi Demonstrasi Kian Meluas di Sejumlah Daerah di Indonesia?

Anarko, lanjut Hendra, melakukan provokasi dari dalam kampus Unisba dengan melempar bom molotov ke tim patroli. Tim patroli tersebut menggunakan roda dua dan roda empat mendapat serangan bom molotov.

"Tim melakukan penembakan gas air mata di jalan raya. Dan asap tertiup ke area parkiran Unisba. Ini momentum yang ditunggu Anarko, untuk membenturkan mahasiswa dan petugas," ujarnya.

Framing sengaja muncul di media sosial, lanjut Hendra, bahwa petugas masuk kampus dan membawa senjata peluru karet dan gas air mata. "Ini semua hoaks. Pada kenyataannya di lapangan, tidak ada satu petugas pun masuk ke area kampus. dan tidak ada seorang petugas pun membawa senjata," tegasnya. Dia mengaku, jarak antara petugas dengan kampus Unisba sekitar 200 meter. Bahkan tidak ada tim yang menembakan gas air mata tidak ke arah dalam kampus.

Ramai di Medsos Polisi Masuk Kampus

Ramai di media sosial  polisi masuk kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Unpas Bandung dan menembakan gas air mata dari kepolisian, Senin (1/9/2025) malam. 

Detik-detik aparat kepolisian menembakan gas air mata ke arah mahasiswa hingga masuk ke dalam area kampus Unisba dan Unpas di Tamansari, Kota Bandung terekam kamera dan CCTV. Peristiwa tersebut viral di media sosial.

Terlihat, mahasiswa dan sekuriti di kampus terkena gas air mata sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca Juga: Warganya Ancam Demo Akibat Kenaikan Tarif PBB, Bupati Pati; Saya tak Akan Ubah Keputusan!

Mahasiswa mencoba meminta aparat kepolisian agar tidak menembakan gas air mata, lantaran imbasnya masuk ke dalam kampus. “Woy kampus woy” teriak mahasiswa dalam video yang beredar. Peristiwa tersebut terjadi pasca-aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Melalui akun Instagram @info.mahasiswaunisba, sejumlah unggahan memperlihatkan kronologi dan kondisi terkini di lapangan.

“Situasi sekitar pukul 23.30 di area kampus utama Unisba, Jl. Tamansari No.1, telah terjadi penembakan gas air mata oleh aparat ke daerah kampus Unisba. Stay safe daks!”. Mahasiswa dan petugas keamanan mengalami dampak terkena gas air mata seperti sesak nafas dan mata perih.

Komentar

0 komentar untuk Polisi Bantah Masuk Kampus Unisba dan Unpas

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar