Senin, 03 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Ekonomi
Nasional
Penulis: Cep 2026-03-07 13:08:51

Konflik Timur Tengah, Indonesia Siapkan Skenario Ekonomi

Pemerintah Indonesia memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi yang berpotensi meluas akibat eskalasi konflik Timur Tengah.

Konflik Timur Tengah, Indonesia Siapkan Skenario Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menghadapi konflik Timur Tengah, Indonesia menyiapkan beberapa skenario ekonomi. Foto: ist/net

trustjabar.com – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi yang berpotensi meluas akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario menghadapi berbagai kemungkinan durasi konflik.

Baca Juga : Konflik Timur Tengah, Tiga Sektor Ekonomi Nasional Hadapi Dampak Nyata

"Sampai kapannya perang bisa tiga bulan, bisa enam bulan, bisa lebih. Jadi kita masing-masing sudah ada skenario," ujar Airlangga dalam keterangan resminya di Jakarta.

Pemerintah, kata ia, memastikan subsidi energi tetap berlanjut dan menggunakan APBN sebagai penyangga fluktuasi harga. Meski Airlangga menilai dampak penuh konflik masih terlalu pagi untuk disimpulkan.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pihaknya terus memantau dampak konflik Timur Tengah terhadap sektor manufaktur Indonesia.

Penutupan Selat Hormuz sebagai jalur seperlima pasokan minyak global, menjadi perhatian utama. Hal itu karena berpotensi memicu lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok.

"Penguatan industri hulu dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi sangat penting. Agar industri manufaktur Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan global yang rentan terhadap gejolak geopolitik," kata Agus.

Pemerintah, kata ia, juga mendorong percepatan transformasi menuju industri hijau untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Perbankan Sikapi Dinamika Geopolitik Global Dampak Konflik Timur Tengah

Dari sektor perbankan, BNI menyatakan terus memantau dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap pasar keuangan. Bank pelat merah ini memasuki periode ketidakpastian dengan fundamental yang solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7 persen pada akhir 2025. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) membaik ke level 1,9 persen.

"Kami terus memperkuat proses underwriting, pemantauan portofolio secara granular. Selain itu melakukan penanganan kredit bermasalah secara dini," ujar Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena.

Baca Juga : Meski Kapasitas Penampungan Terbatas, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

BNI juga melakukan stress testing secara rutin untuk memastikan ketahanan modal terhadap perubahan makroekonomi.

Ekonom Indef Rizal Taufikurahman menilai eskalasi konflik Timur Tengah memberi tekanan berlapis pada ekonomi Indonesia melalui tiga jalur. Ketiga jalur ini yakni energi, kurs, dan fiskal.

Perhitungan Indef menunjukkan dalam skenario berat, kebutuhan subsidi energi bisa melonjak dari Rp 210,1 triliun menjadi Rp278,59 triliun. Bank Indonesia sendiri telah melakukan intervensi melalui transaksi spot dan Non-Deliverable Forward untuk menjaga stabilitas rupiah. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Konflik Timur Tengah, Indonesia Siapkan Skenario Ekonomi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar