Senin, 03 Agustus 2026
Breaking News
Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Daftar Jadi Bakal Calon Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Berkomitmen Ini! Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan UMKM Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial
Serba Serbi
Nasional
Penulis: Cep 2026-03-03 16:05:44

Hari Ini Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total

Rabu (3/3/2026) langit Indonesia akan terlihat fenomena astronomi paling menakjubkan yakni Gerhana Bulan Total.

Hari Ini Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total

Fenomena Gerhana Bulan Total. Foto: ist/net

trustjabar.com – Hari ini, Selasa (3/3/2026) di langit Indonesia akan terlihat fenomena astronomi paling menakjubkan yakni Gerhana Bulan Total. Masyarakat Indonesia dapat mengamatinya secara langsung fenomena ini.

Baca Juga : Inilah Amalan Ibadah Saat Gerhana, Shalat, Doa, dan Sedekah

Melansir situs resmi BMKG, Gerhana Bulan Total akan mulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama mengatakan, fenomena Gerhana Bulan Total ini terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan. Fenomena ini hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.

“Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah. Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly.

Secara keseluruhan, durasi fenomena Gerhana Bulan Total dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Sedangkan durasi parsialitasnya, kata ia, berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase totalitas, saat Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

“Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi,” ujarnya.

Nelly juga menjelaskan alasan kenapa Bulan berubah warna menjadi merah saat terjadinya puncak fenomena Gerhana Bulan Total. Hal tersebut, kata Nelly, merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana. Yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat teramati dari Indonesia.

Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

Wilayah Timur Indonesia Miliki Visibilitas Lebih Baik

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab menjelaskan mengenai fase terjadinya gerhana.

Berdasarkan data BMKG, kata Fachri, fenomena Gerhana Bulan Total akan mulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB. Masyarakat di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, gerhana akan mulai 1-2 jam dari waktu Wilayah Indonesia Barat (WIB).

Baca Juga : Organisasi Islam di Indonesia Serukan Ajakan Salat Gerhana Bulan

Ia menambahkan, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, masyarakat akan bisa melihat gerhana dalam kondisi sudah berlangsung atau fase puncak sesaat setelah Bulan terbit.

“Fenomena (Gerhana Bulan Total) ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT). Saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat lebih baik mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Hari Ini Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fenomena Astronomi Gerhana Bulan Total

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar