Jumat, 02 Oktober 2026
Breaking News
inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang inDrive Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara untuk Mahasiswa di Bandung Antisipasi Transisi Cuaca, Bupati Bandung Instruksikan Camat Siaga dan Perkuat Mitigasi Bencana Hangtuah Jajaki Kabupaten Bandung Jadi Home Base IBL, Bawa Dampak Positif Bagi Atlet Basket dan UMKM Pegadaian Raih 10 Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026 Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas di Aplikasi blu Pegadaian Perluas Layanan Tabungan Emas ke Ekosistem Digital BCA Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Raih Sertifikasi ISO 22301:2019 Resep Penyiar Radio Menjaga Kredibilitas di Udara, Menghibur Tanpa Kebobolan Etika Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang Pegadaian Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Renovasi Masjid Jami’ Al-Istiqomah Sumedang
Nasional
Penulis: Cep 2026-02-23 09:12:19

Warga Kampung Toweren Aceh Tengah Ubah Musibah Jadi Manfaat

Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu daerah rentan dinamika cuaca ekstrem.

Warga Kampung Toweren Aceh Tengah Ubah Musibah Jadi Manfaat

Warga Kampung Toweren, Aceh Tengah mengubah musibah menjadi manfaat. Foto: dok.BNPB/

trustjabar.com - Letak geografis Kampung Toweren di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu daerah yang sangat rentan dinamika cuaca ekstrem. Terlebih daerah tersebut berada tepat di bawah naungan perbukitan dataran tinggi Gayo. Ketika curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu dalam durasi panjang, lereng-lereng bukit tak lagi mampu menahan laju air.

Baca Juga : Sebanyak 29 Desa di Sumatra Hilang Akibat Bencana Penghujung Tahun 2025

Seperti yang terjadi pada akhir November 2025. Banjir bandang akibat curah hujan ekstrem dampak Siklon Senyar, turun membawa massa lumpur yang bercampur dengan ratusan gelondongan kayu hutan. Akibatnya gelondongan kayu hutan itu menerjang ke arah pemukiman dan menyapu hamparan hijau persawahan penduduk di Kampung Toweren.

Pasca banjir, wajah kampung itu berubah seketika. Lahan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga, tertutup rapat tumpukan material kayu dan sedimen lumpur tebal. Kondisi ini memaksa para petani untuk berhenti beraktivitas. Hal itu karena hamparan sawah mereka kini menyerupai "hutan kayu" yang berserakan.

Menanggapi situasi tersebut, pada Minggu (22/2/2026), langkah pemulihan segera dilakukan secara intensif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kepala desa setempat terjun langsung ke lapangan guna memimpin proses pembersihan. Prioritas utama tim saat ini adalah membebaskan lahan persawahan dari himpitan kayu. Hal itu agar warga di Kampung Toweren bisa segera memulai proses masa tanam padi.

Untuk memperlancar pergerakan, petugas memindahkan material kayu tersebut ke tempat sementara di lahan-lahan kosong milik masyarakat yang lebih stabil. Menariknya, di tengah duka akibat rusaknya lahan, masyarakat Kampung Toweren menunjukkan ketangguhannya dengan memanfaatkan material sisa bencana.

Warga Kampung Toweren Memilah Kayu Gelondongan

Menariknya, warga setempat tidak membuang begitu saja kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir itu. Warga memilah dan memanfaatkan kayu-kayu itu sebagai bahan bangunan untuk memperbaiki struktur rumah mereka yang rusak.

Baca Juga : Patahan Aktif Sesar Lembang dan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Bandung

Sebagian kayu gelondongan itu, warga memanfaatkannya untuk kayu bakar. Langkah ini menjadi strategi bertahan hidup sekaligus upaya efisiensi dalam fase pemulihan mandiri.

Namun, besarnya volume material kayu dan luasnya area persawahan yang terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi warga Kampung Toweren. Warga mengaku proses pemulihan lahan pertanian memerlukan percepatan.

BNPB bersama lintas kementerian/lembaga akan menambah alat berat khusus sebagai solusi kebutuhan yang sangat mendesak guna mengeruk lumpur. Kemudian memindahkan kayu-kayu besar yang mustahil warga pindahkan secara manual.

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat ini diharapkan mampu segera mengembalikan kesuburan lahan pertanian di Kampung Toweren. Sekaligus mengubah sisa material bencana menjadi modal awal pembangunan kembali desa mereka. (cep/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Warga Kampung Toweren Aceh Tengah Ubah Musibah Jadi Manfaat

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.
TrustJabar