Tingginya tren konsumtif dan mahalnya kebutuhan pokok saat Ramadan, membuat sebagian orang mengambil keputusan mengajukan pinjaman online.
Tawaran pinjaman online terus mengintai warga. Foto: ilustrasi/
Bahkan, dari data di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdapat 6.000 perkara perceraian yang didasari pinjol ini. Data tersebut tercatat sepanjang November 2025. Sebagian besar gugatan cerai dari pihak istri dengan alasan masalah ekonomi berkepanjangan. Termasuk menerima tekanan akibat pinjol.
Meski regulator dan pemerintah telah berulang mengingatkan masyarakat tidak menggunakan pinjaman online terutama yang tidak resmi, namun berbeda lagi di lapangan. Kemudahan akses melalui aplikasi telepon pintar, pencairan instan tanpa jaminan, dan tawaran bunga kompetitif, membuat masyarakat mengajukan pinjol. Hal itu pun yang dirasakan seorang warga Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, berinisial TI. Ibu rumah tangga paruh baya ini memutuskan mengajukan pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat Ramadan. Sebab, kata TI, harga kebutuhan pokok relatif tinggi saat Ramadan. Terlebih penghasilan suaminya yang tidak menentu karena pekerja serabutan. “Iya saya punya pinjol. Saat mau puasa (Ramadan), ada tawaran pinjaman online melalui telepon. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam,” ucapnya, Minggu (22/2/2026).Saat itu, lanjut TI, ia mengajukan pinjaman sebesar Rp 2 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk kebutuhan dapur. Sebagian lagi ia simpan untuk dana cadangan.
Pun demikian dengan yang dialami warga lainnya, DA (31) yang merupakan pedagang gorengan. Ia mengaku meminjam Rp 3 juta untuk kebutuhan modal usahanya. “Kalau gak seperti ini (pinjaman online) susah cari tambahan modal, terlebih saat momen Ramadan,” tuturnya.Demikian halnya juga TI. Dengan kondisi keuangan keluarganya yang sulit dan penghasilan suaminya yang tak menentu, ia memberanikan diri mengajukan pinjol.
“Kalau seandainya pemerintah mempermudah pengajuak kredit, saya juga mau pinjem. Buat modal usaha biar bisa bantu-bantu suami nambah penghasilan. Saya pernah mengajukan pinjaman bergulir yang dari Pemkan Bandung, tapi sampai saat ini belum ada kabar kapan cairnya. Sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari mah enggak bisa ditunda-tunda,” ucap TI. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Tawaran Pinjaman Online Terus Mengintai Warga, Ajukan Dana Bergulir Bupati Bandung Susah Cair
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.